JURNAL FORMULASI EMULSI PDF

Oleh cinta jurnal Diposting pada 19 Agustus …Apa sih yang disebut dengan jurnal tentang metode penelitian? Pada jurnal penelitian yang satu ini metode penelitian menjadi bagian utama yang dibahas olehnya. Pada dasarnya metode penelitian itu sendiri… Oleh cinta jurnal Diposting pada 18 Agustus …Penjelasan singkat dari jurnal tentang metodologi penelitian Jurnal tentang metodologi sudah pasti berisi penjelasan dari metodologi itu sendiri. Pada dasarnya metodologi penelitian dikenal sebagai cara yang digunakan untuk mengetahui… Oleh cinta jurnal Diposting pada 17 Agustus …operasional JURNAL PEMUPUKAN pemupukan pdf jurnal sinta tentang penanaman kedelai 2 contoh jurnal penelitian ekologi lahan basah yang sudah terindeks nasional artikel tentnag bahan organik contoh jural tentang cabai e… Oleh cinta jurnal Diposting pada 13 Agustus …Kumpulan Jurnal Manajemen Keuangan Gratis Penelitian itu tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan. Karena nantinya penelitian Anda akan dipublikasikan dan pada saat Anda mempublikasikan sebuah penelitian yang dibuat dengan… Oleh cinta jurnal Diposting pada 19 Agustus …Jurnal Tentang Penelitian Kuantitatif Bila Anda sedang mencari contoh jurnal tentang penelitian kuantitatif, silakan download pada link yang sudah kami sediakan. Ada beberapa contoh jurnal tentang penelitian kuantitatif sesuai… Oleh cinta jurnal Diposting pada 16 Agustus …itu penelitian masih akan terus dilakukan.

Author:Bara Vozshura
Country:Serbia
Language:English (Spanish)
Genre:Relationship
Published (Last):22 July 2013
Pages:132
PDF File Size:18.2 Mb
ePub File Size:7.38 Mb
ISBN:174-2-36311-971-1
Downloads:29055
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tarn



Alexander : Emulsi adalah suatu dispersi yang sangat halus dan suatu cairan kedalam suatu cairan yang lain. Clayton : Emulsi adalah suatu sistem yang terdiri 2 fase cair, yang satu terdispersi dalam yang lain sebagai globul butir-butir kecil 3. Bain : Emulsi adalah suatu tetes-tetes kecil cairan yang terdispersi dalam cairan yang lain dan dapat dilihat dibawah mikroskop.

Pada umumnya dalam bidang farmasi, secara sederhana emulsi diartikan sebagai campuran ogen dan 2 cairan yang dalam keadaan normal tidak dapat bercampur fase air dan fase yak , dengan pentolongan suatu bahan penolong yang disebut emulgator.

Dalam sistem dispersi tersebut cairan yang terdispersi disebut fase dispers atau fase em, sedangkan cairan dimana terdapat fase dispers disebut medium dispers atau fase ekstem. Fase yang lain adalah fase k pada umumnya berminyak, dapat terdiri dan substansi lipofil seperti : asam ,alkohol asam lemak, him, zat-zat aktifliposolubel dll. Tipe emulsi: Dari hasil yang didapat, emulsi mempunyai tipe: a. Bentuk ini mempunyai banyak keuntungan selain mudah diabsorsi, homogenitas dosis mudah didapat, dll.

Per-injeksi : Pada sediaaninimemerlukan perhatian khusus karena menyangkut preparat steril. Penurunan tegangan antarmuka. Terbentuknya lapisan ganda listrik. Terbentuknya film antarmuka. Bila dalam suatu tabung reaksi dengan luas penampang 1 cm2 kita masukkan 1 ml air 1 ml minyak, maka kontak antara kedua cairan tersebut yang disebut antarmuka adalah 1 cm2.

Dalam keadaan demikian dispers tersebut akan terdiri dan 1, x butir sferis. Maka permukaan total antarmuka minyak menjadi 6 x i04 cm2. Penaikan yang sangat tinggi dan luas antarmuka air-minyak tersebut akan menjadi yebab atau salah satu penyebab sehingga emulsi yang didapat menjadi tidak stabil. Kalau kita melihat gaya-gaya yang ada antara molekul-molekul dalam suatu cairan, maka molekul walaupun dia mobile, mempunyai gaya tank antar molekul yang serupa. Gaya ini disebut gaya kohesi.

Gaya ini juga yang menyebabkan satu cairan tetap berada dalam wadahnya, karena molekul-molekulnya berada dalam keseimbangan. Keadaan permukaannya berbeda antara udara-cairan karena molekul- molekul dipermukaan tersebut tidak dikelilingi oleh molekul sejenisnya. Universitas Gadjah Mada Molekul-molekul air saling melakukan gaya tarik-menarik gaya kohesif hanya dengan molekul sejenis saja dan tidak hanya sedikit dengan molekul fase gas.

Jadi gaya yang berada dipermukaan ini tidak seimbang. Hasil dari gaya tersebut resultante adalah kearah dalam dan mempunyai tendensi menarik molekul dipermukaan kedalam cairan, sehingga terjadi kontraksi permukaan.

Gaya yang harus dipergunakan secara paralel pada permukaan tersebut untuk melawan dorongan kearah dalam, dinamakan tegangan muka dan cairan. Jika segiempat tersebut kita rnasukkan kedalam larutan sabun lalu dikeluarkan, maka akan terbentuk lapisan film yang sangat tipis pada segiempat ABCD tersebut.

Atau tegangan muka dapat juga diartikan sebagai perubahan energi bebas permukaan tiap unit permukaan yang dihasilkan. Situasi yang ada pada antarmuka cairan-cairan dalam suatu emulsi mirip dengan yang ada pada antarmuka cairan-gas. Dalam hal emulsi maka molekul- molekul yang ada pada permukaan cairan-cairan juga tidak seimbang. Dengan demikian yang ada adalah tegangan antarmuka yang selalu mempunyai tendensi mengurangi permukaan atau luas kontak antara 2 cairan tersebut. Menurut Antonoff, tegangan muka 2 cairan tersebut.

Dengan kata lain makin tinggi tegangan antarmuka maka makin besar juga kerja untuk menghasilkan Universitas Gadjah Mada suatu dispersi yang baik. Atau energi bebas permukaan sama dengan kerja menjadi makin tinggi bila tegangan antarmuka kedua cairan juga tinggi. Demikian juga sistem dispersi seperti emulsi dimana tegangan antarmukanya tinggi akan berusaha menemukan keadaan energi yang paling rendah dengan cara mengurangi permukaannya dengan cara berfusi atau penggabungan antara tetes-tetes, sampai terjadinya pemisahan yang sempurna dari fase-fasenya keadaan energi minimum.

Maka supaya sistem emulsi mempunyai stabilitas yang cukup, harga tegangan antarmuka antara 2 cairan harus diturunkan atau harus rendah. Maka : d3 1. Partikel-partikel cairan atau padatan dan sistem dispersi pada umumnya pembawa muatan listrik pada permukaannya.

Dalam lapisan difuse dan partikel, terdapat kelebihan ion-ion yang berlainan dengan partikel, namun juga terdapat ion-ion yang bermuatan sama. Ini dikarenakan adanya energi etik yang dihasilkan oleh gerakan Brown yang lebih besar dan pada gaya tolah antara ion-ion ig bermuatan sama yang ada pada tempat tersebut.

Lapisan stern dan lapisan difuse bersama-sama membentuk lapisan difuse rangkap. Dari gambar diatas, kalau dinyatakan dalam potensial listrik, dapat dibedakan sbb: 1. Potensial ini disebut potensial Nernst, yaitu muatan total dan partikel. Universitas Gadjah Mada 2. Penurunan agak tajam dan potensial dalam lapisan stern yang disebabkan adanya penetralan sebagian dan counter-ion.

Teori lapisan ganda listrik atau baji terarahinimenjelaskan bagaimana butir- butir tetes distabilkan sehingga tidak terjadi pengumpulan partikel karena saling tolak menolak.

Teori ini menjelaskan adanya lapisan film yang kaku dipermukaan antara fase dispers dan medium dispers karena adanya bahan tambahan, sehingga secara mekanis akan menghalangi itak antara partikel. Cara terbentuknya film antarmuka bisa berlainan tergantung dan emulgator yang dipergunakan.

Zat padat halus yang terdispersi. Zat ini akan berada dipermukaan cairan atau antarmuka 2 cairan dengan cara teradsorpsi. Gugus hidrofil akan berada pada bagian air sedangkan gugus lipofil akan berada pada bagian minyak. Universitas Gadjah Mada Berdasarkan atas muatan yang dihasilkan kalau atiniterhidrolisa dalam air, maka surfaktan dapat dibagi dalam 4 grup: 1. Surfaktan anionik. Surfaktan kationik.

Surfaktan amfoterik. Surfaktan non-ionik. Surfaktan anionik : surfaktan golonganiniinkompatibel dengan semua substansi kationik. Surfaktan kationik: Surfaktan golonganiniinkompatibel dengan semua substansi anionik. Surfaktan ini terutama dan garam- garam ammonium kwarterner.

Surfaktan amfoterik: Surfaktan dapat bersifat sebagai anionik ataupun kationik tergantung dari miliu nya. Surfaktan nonionik mempunyai karakteristik yaitu HLB Hydrophile- Lipophile Balance , suatu keseimbangan antara gugus hidrofil dan gugus lipofil dalam molekulnya. Dalam nilai HLB angka 7 adalah harga dimana molekul mempunyai afinitas yang sama terhadap air dan minyak. Angka dibawah 7 menunjukkan bahwa surfaktan lebih bersifat lipofil, sedangkan angka diatas 7 enunjukkan bahwa surfaktan lebih bersifat hidrofil.

Terbentuknya tipe emulsi sangat tentukan oleh harga HLB surfaktan yang dipergunakan sebagai emulgatornya. Sifat kelarutan atau terdispersinya dalam air dapat juga dipergunakan untuk memperkirakan harga HLB surfaktan, yaitu bila: HLB 1. Tak terdispersi dalam air 2. Terdispersi dengan kasar 3. Seperti susu dengan penggojogan kuat 4. Dispersi seperti susu dan stabil 8 - 10 5.

Terjadi dispersi yang translusid 10 - 13 6. Untuk itu kita harus menghitung berapa perbandingan surfaktan yang harus dipergunakan. Karena emulsi yang stabil pada tahap I adalah HLB 10,0 dan 12,0 maka dapat diartikan bahwa emulsi yang paling stabil adalah antara 10,0 dan 12,0. Pada tahap IIinikita lakukan perobaan seperti pada tahal I tetapi dengan jarak nilai HLB yang lebih sempit, misalnya pada HLB: 10,0 10,4 10,8 11,2 11,6 12,0 kemudian kita amati pada nilai HLB berapa emulsi paling stabil.

Misal emulsi ternyata paling stabil pada nilai HLB 10,8. Pada tahap ini kita buat lagi satu seri formulasi emulsi dengan beberapa jenis surfaktan aunun campuran surfaktan, tetapi harus pada nilai HLB ideal tersebut yaitu 10,8. Misalkan kita dapatkan emulsi dengan surfaktan Tween 40 - Span 40 adalah emulsi yang paling stabil, berarti surfaktan ideal untuk emulsi tersebut adalah campuran Tween Span Dari ketiga tahap tersebut dapat kita simpulkan bahwa : Emulsi dengan menggunakan minyak dan fase air pada formula yang dicoba paling ideal kalau dipergunakan surfaktan Tween 40 dan Span 40 pada nilai HLB 10,8.

Pada tahap II ini kita lakukan perobaan seperti pada tahal I tetapi dengan jarak nilai HLB yang lebih sempit, misalnya pada HLB: 10,0 10,4 10,8 11,2 11,6 12,0 kemudian kita amati pada nilai HLB berapa emulsi paling stabil. Pada tahap ini kita buat lagi satu seri formulasi emulsi dengan beberapa jenis surfaktan maupun campuran surfaktan, tetapi harus pada nilai HLB ideal tersebut yaitu 10,8.

Misalkan kita dapatkan emulsi dengan ampuran surfaktan Tween 40 - Span 40 adalah emulsi yang paling stabil, berarti surfaktan ideal untuk emulsi tersebut adalah campuran Tween 40 - Span Dari ketiga tahap tersebut dapat kita simpulkan bahwa : Emulsi dengan menggunakan fase minyak dan fase air pada formula yang dicoba paling iea1 kalau dipergunakan surfaktan canipuran Tween 40 dan Span 40 pada nilai HLB 10,8.

Dari tabel tersebut dapat dihitung HLB optimum untuk campuran fase minyaknya. Tentunya hasil akan didapat bahwa emulsi ing baik pada HLB 8,8 seperti pada perhitungan tersebut, baik itu dengan mempergunakan surfaktan tunggal atau campuran. Emulsi paling stabil. Viskositasnya paling rendah.

Diameter rata-rata partikel paling kecil. Ada reflek biru pada dinding botol, atau reflek kemerahan bila disinarkan pada matahari. Emulgator hidrokoloid dapat menstabilkan emulsi dengan cara membentuk lapisan yang rigiclikaku, bersifat viskoelastik pada permukaan minyak-air. Prinsip mekanisme penstabilan emulsi tersebut adalah: 1. Pembentukan lapisan kaku-viskoelastik pada permukaan minyak-air.

Penaikan viskositas miliu. Pembentukan agregat dengan cara adsorpsi makromolekul yang sama pada permukaan partikel dengan hubungan jembatan hidrokarbon. Karena sifat tersebut, dapat terjadi misalnya emulsi parafin cair dengan emulgator p.

Yang termasuk emulgator hidrokoloid: 1. Gom : Gom arab; tragaanth. Ganggang laut : Agar-agar; alginat; caragen. Biji-bijian: Guar gum. Collagen : Gelatin. Lain-lain : polimer sintetik,; protein; dll. Supaya zat ini dapat berfungsi sebagai emulgator maka padatan ini harus mempunyai partikel yang jauh lebih kecil daripada ukuran partikel fase dispers dan mempunyai sifat basahan pada permukaan 2 cairan.

Dalam sistem terner air-minyak-padatan maka bila: 1.

ATEN IC485S MANUAL PDF

Jurnal Doc : jurnal penelitian tentang formulasi sediaan emulsi

Sistem ini dibuat stabil dengan bantuan suatu zat pengemulsi atau emulgator Martin, Pada emulsi farmasetik, fasa yang digunakan biasanya air dan fasa yang lainnya adalah minyak, lemak, atau zat-zat seperti lilin Lund, Pembuatan emulsi ganda ini dapat dilakukan dengan tujuan untuk memperpanjang kerja obat, untuk makanan, dan untuk kosmetik. Emulsi memiliki viskositas yang bervariasi dari cairan hingga semi solida. Secara umum, istilah emulsi lebih dikenal sebagai sediaan cair yang ditujukan untuk pemberian oral. Emulsi yang ditujukan untuk penggunaan eksternal biasanya lebih dikenal dengan nama krim, losion, atau obat gosok.

TAG HEUER CL111A MANUAL PDF

.

Related Articles